021- 877 12 858 info@akbidtuguibu.ac.id

Sejarah

Berdirinya AKADEMI KEBIDANAN YASPEN TUGU IBU

Oleh : Sekretaris Yaspen H. Untung A.S

Dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, Yayasan Pendidikan Nasional secara tidak langsung dituntut untuk mengembangkan usahanya dibidang pendidikan dengan membuka program study baru, karena sejak didirikannya prodi Akper Yaspen ditahun 1994 Yayasan belum lagi membuka prodi baru.

Pada tahun 2000 pemerintah Indonesia sedang menggalakan program keluarga berencana dengan melatih dan mendidik tenaga bidan untuk disebar keseluruh daerah di Indonesia. Tentu saja usaha pemerintah tersebut tidak akan berhasil secara optimal tanpa dukungan dari pihak swasta. Untuk itu Yayasan Pendidikan Nasional dapat membaca situasi bahwa pemerintah sangat memerlukan tenaga bidan, berdasarkan hal tersebut. Yayasan Pendidikan Nasional bertekad akan membuka program studi baru yaitu Akademi Kebidanan Yaspen Tugu Ibu.

Sebagai langkah awal pada bulan Oktober tahun 2002 Yayasan Pendidikan Nasional mengajukan surat permohonan ke Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan surat rekomendasi yang selanjutnya diteruskan ke Direktorat Perguruan Tinggi untuk mendapatkan izin operasional guna menunjang hal tersebut diatas dengan dibantu beberapa staff dari Akper Yaspen telah dilakukan persiapan internal baik sarana maupun prasarana agar proses pendirian prodi baru tersebut berjalan dengan lancar dengan harapan pada tahun akademi 2003/2004. Akademi Kebidanan sudah mendapatkan izin dari Dikti namun harapan tinggal harapan, setelah cukup lama menunggu akhirnya Dinas Kesehatan Provinsi DKI merespon surat yang kami kirim untuk pendirian Akademi Kebidanan Yaspen yang saat itu masih bergabung dengan Akper Yaspen dijalan Batas, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pada tanggal 24 Januari 2003 Tim visitasi dari Dinas Kesehatan dan dinas yang terkait lainnya datang ke kampus, Akademi Kebidanan Tugu Ibu yang saat itu masih berlokasi dijalan Batas satu kampus dengan Akademi Keperawatan Akper Yaspen.

Lebih dari satu bulan setelah divisitasi surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan kami terima ternyata urusan belum selesai kami diminta kembali untuk mendapatkan surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Prov. DKI dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Departemen Kesehatan RI. Proses mendapatkan surat dari kedua Instansi inilah yang memakan waktu, biaya dan lain sebagainya.

Disamping menyiapkan urusan Administrasi yang diperlukan, dibidang SDM kami juga mengirim 3 orang tenaga pengajar untuk mengikuti pendidikan D4 di Universitas Padjajaran sebagai syarat utama untuk menjadi staf pengajar pada Akademi Kebidanan Yaspen Tugu Ibu dan syarat perizinan dimana atau institusi minimal harus memiliki 3 orang tenaga bidan D4, perlu diketahui sebelum mengirim mereka ke Universitas Padjajaran kami juga telah berusaha untuk mencari staff pengajar hingga ke Universitas Gajah Mada Jogjakarta, namun usaha tersebut tidak mendapatkan hasil, karena para mahasiswa yang mengikuti kuliah program D4 telah terikat oleh institusinya masing-masing. Karena pada saat itu pergururan tinggi Negeri yang ditunjuk untuk menyelenggarakan program D4 Kebidanan hanya Universitas Pandjajaran di Bandung dan Universitas Gajah Mada Jogjakarta, untuk mengatasi hal tersebut diatas kami harus mengirim staff pengajar untuk mengikuti pendidikan program D4 di Universitas Padjajaran Bandung

Menunggu terus menunggu hingga tahun ajaran 2003/2004 berakhir izin operasional Akbid Yaspen belum juga terbit sedangkan staff pengajar yang telah dipersiapkan telah lulus dari program D4, Alhamdulillah pada bulan Juli 2004 tahun surat izin operasional kami terima.

Akademi Kebidanan Yaspen mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2004/2005 dengan 17 orang mahasiswa dan untuk angkatan pertama para mahasiswa masih belajar di kampus Akper Yaspen.

Dengan rasa optimisme yang tinggi kami yakin bahwa Akbid Yaspen akan berkembang dengan baik, maka ditahun 2005 yayasan mengirim 2 (dua) orang staffnya untuk mengikuti pendidikan program D4 di Yayasan Pendidikan Ngudi Waluyo, di Unggaran Semarang Jawa Tengah.

Sesuai dengan tujuan Yayasan Pendidikan Nasional yang akan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pada tahun 2005 yayasan membeli lahan seluas 1600 m2 yang terletak di jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dan pada tahun itu pula Yayasan mendirikan kampus baru untuk Akbid Yaspen.

Walaupun dengan susah payah dan segala daya upaya dilakukan akhirnya pada bulan Juni 2005 Akbid Yaspen sudah memiliki Kampus sendiri dan mahasiswa baru tahun ajaran 2005/2006 belajar dikampus milik sendiri.